You are currently viewing Mencegah Stunting Sejak Dini
Photo by Keira Burton: https://www.pexels.com/photo/cute-ethnic-siblings-resting-on-cozy-armchair-6624468/

Mencegah Stunting Sejak Dini

Tumbuh kembang Si Kecil yang optimal tentu menjadi keinginan Papa dan Mama. Oleh karenanya, kita harus dapat memperhatikan tiap tahapan tumbuh kembang Si Kecil. Salah satu yang perlu kita perhatikan adalah stunting!

Stunting itu apa?

Pada dasarnya, Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan Si Kecil memiliki tubuh yang lebih pendek atau lebih kurus jika dibandingkan anak lain seusianya. United Nation Children’s Fund (UNICEF) mendapati terdapat lebih dari tujuh juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Karenanya, stunting bukanlah hal yang bisa kita remehkan!

Gejala stunting

Perlu kita pahami terlebih dulu bahwa tidak semua anak yang berperawakan pendek berarti mengalami stunting. Masalah kesehatan ini berkaitan dengan keadaan tubuh yang tidak sesuai menurut standar Kemenkes RI.

Gejala stunting menurut Kementrian Kesehatan sendiri adalah:

  • Si Kecil berbadan lebih pendek dari anak seusianya
  • Proporsi tubuh normal namun namun lebih kecil berbanding anak seusianya
  • Berat badan rendah untuk anak seuisianya
  • Pertumbuhan tulang dan gigi terhambat
  • Anak cenderung lebih mudah terserang penyakit

Bagaimana cara mencegah Stunting?

Setelah kita membahas stunting secara umum, kita juga perlu tahu bagaimana cara mencegah stunting sejak Si Kecil baru lahir. Yaitu:

  • Memberikan ASI ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan

Menjalankan program ASI eksklusif selama enam bulan dapat menurunkan risiko terjadinya stunting pada Si Kecil. ASI seperti yang kita tahu memiliki banyak sekali manfaat dari kandungan gizi mikro dan makronya. Selain itu, ASI juga mengandung protein yang tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pembangunan jaringan otot Si Kecil agar kuat dari ancaman penyakit,

  • Menjaga kebersihan

Stunting juga bisa berasal dari lingkungan, lho! Si Kecil akan memiliki risiko terkena penyakit jika ia berada di lingkungan kotor. Karena itu, Ecofriends juga harus menjaga kebersihan lingkungan termasuk sanitasi dan menjaga kualitas air yang digunakan Si Kecil untuk mandi dan minum.

  • Memberikan MPASI yang tepat dan sehat

Setelah Si Kecil berusia 6 bulan, ia membutuhkan tambahan nutrisi dari makanan padat untuk tumbuh kembangnya. Sehingga penting bagi orangtua untuk menunjang hal tersebut sehingga ia terhindar dari risiko stunting.

MPASI untuk Si Kecil dapat berupa makanan dengan kandungan zat besi, asam folat dan iodium yang tinggi dan dapat menurunkan risiko stunting. Untuk mendapatkan kandungan tersebut, orangtua dapat memberikannya makanan seperti telur, kentang, papaya, alpukat dan beberapa makanan laut.

Baca Juga: Peran Dads saat Moms Sedang Menyusui Si Kecil

  • Selalu amati perkembangan Si Kecil

Cara terakhir dan harus selalu dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan rutin memantau tumbuh kembang Si Kecil sesuai usianya. Tujuannya agar kita dapat cepat mengenali apakah ada gejala awal dari stunting ini. Jangan lupa untuk memberikan Si Kecil imunisasi sebagai upaya perlindungan Si Kecil dari stunting maupun infeksi penyakit.

Kita pasti ingin selalu memastikan tumbuh kembang Si Kecil berjalan dengan baik. Karena itu kita juga perlu untuk mengetahui ancaman stunting yang selalu mengintai Si Kecil agar kita dapat langsung melakukan pertolongan yang tepat! -KJ

 

Tinggalkan Balasan